1.MESIN JUMLAH MANUAL
Mesin Jumlah Manual adalah mesin yang mempunyai fungsi penjumlahan, pengurangan, perkalian serta pembagian secara sederhana, dan dapat memperoleh jumlah secara negative (kredit). Mesin jumlah manual terdiri dari papan kunci (keyboard), pencetak (priner), dan engkol (handle) yang dioperasikan dengan tenaga manusia. Jadi, cara kerjanya menggunakan tenaga manusia atau manual.
Cara kerja mesin jumlah manual ini sebagai berikut :
a. Angka-angka yang dihitung ditekan lewat tuts angka selanjutnya digerakkan oleh engkol.
b. Tekanan tiap tuts angka dan tarikan engkol akan menggerakkan balok angka kemudian balok angka memukul pita yang bertinta.
c. Dibawah pita terdapat roll kertas sehingga setiap tuts yang ditekan diikuti dengan tarikan engkol menggerakkan balok angka.
d. Perhitungan bilangan-bilangan ditampilkan kepada 3 register ( register I,II, dan III )
Ciri-ciri mesin jumlah manual :
· Digerakkan oleh tangan (tenaga manusia) sehingga terdapat engkol.
· Cara kerja dan komponen mesinnya mekanik
· Perhitungan tercetak pada kertas hitung (printing)
· Indikator hanya menunjukkan jumlah digit
· Tiap perhitungan dan pencetakan angka-angka berjalan melalui penarikan engkol yang menggerakkan balok-balok angka
Cara perawatan mesin jumlah manual adalah sebagai berikut :
1. Simpan di tempat yang tidak lembab.
2. Bersihkan setelah digunakan.
3. Periksalah bagian dari mesin sebelum dan sesudah digunakan.
2. MESIN HITUNG MANUAL
Mesin hitung manual digerakkan dengan tenaga tangan manusia. Kemampuan operasi hitungnya antara lain penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Menurut komponen dan cara kerjanya mesin hitung dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1) Mesin hitung manual (manual calculating machine), digerakkan dengan tenaga tangan manusia. Kemampuan operasi hitungnya antara lain penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
2) Mesin hitung listrik (electric calculating machine), melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
3) Mesin hitung elektronik (electronic calculatiang machine), memiliki fungsi sama dengan mesin hitung manual dan elektrik.
Bagian-bagian dari mesin hitung manual adalah sebagai berikut :
a) Engkol (Handle)
Engkol (Handle) dipergunakan untuk menjalankan mesin, untuk menambah, mengurangi, memperoleh jumlah bagian, memperoleh jumlah akhir (menetralkan mesin) dan untuk mencetak angka yang tidak perlu ditambahkan. Engkol berfungsi untuk melaksanakan pencatatan dalam cash register dan diputar setelah menekan kunci.
b) Bagian pencetakan
· deruji angka (digit bara)
· pita tinta (ribbon)
· pita kertas hitung (tally roll)
· penggulung kertas (platen)
· tombol penggulung kertas (knob)
· penyobek kertas hitung (paper cutter)
Cara pengoperasian mesin hitung manual :
1. Menetralkan atau mengkosongkan mesin
2. Menyiapkan angka-angka
3. Menambah dan mengurangi
· Siapkan angka-angka bilangan yang akan ditambahkan kemudian tarik engkol.
· Siapkan angka-angka bilangan yang akan dikurangi, geser kunci kearah tanda kurang (-) lalu tarik engkol.
4. Menambah dan mengurangi beberapa bilangan yang sama.
· Siapkan angka bilangan, geser kunci-kunci pengulang (X) ke atas lalu tarik engkol sekian kali sebanyak bilangan yang sama yang akan ditambahkan.
· Siapkan bilangan dan geser kunci pengali (X) ke atas, geser kunci ke arah tanda kurang (-) , kunci tanda kurang lalu tarik engkol sebanyak bilangan yang sama yang akan dikurangi, setelah itu kunci dilepas lagi.
5. Mengalikan dan menjumlah suatu bilangan
· Siapkan angka-angka bilangan yang akan dikalikan dan geser tanda ulang (X) ke atas lalu tarik engkol sekian kali sebanyak pengalinya.
· Setelah memperoleh jumlah dari bilangan-bilangan yang telah tercetak pada pita kertas hitung dengan menggeser kunci ke tanda Sub total ( ) lalu tarik engkol, setelah operasi Subtotal mesin tidak netral dan penjumlahan selanjutnya dapat diteruskan
· Setelah memperoleh jumlah total bilangan-bilangan yang telah dimasukkan ke dalam mesin dengan menggeser ke arah tanda jumlah (+) lalu tarik engkol.
Ciri-ciri mesin hitung manual :
a) Digerakkan oleh tangan manusia dengan menggunakan engkol (handle).
b) Komponen dan cara kerjanya bersifat mekanis.
c) Operasi hitung ditampilkan pada 3 register.
d) Tidak mencetak hasil perhitungan.
Cara perawatan mesin hitung manual adalah sebagai berikut :
1. Simpan di tempat yang kering.
2. Bersihkan setiap saat setelah digunakan, agar tidak mudah berkarat.
3. Periksa bagian-bagian dari mesin setiap saat.
4. Jangan menekan tombolnya terlalu keras.
3. PERFORATOR
Perforator adalah alat untuk melubangi kertas sebelum dimasukkan dalam ordner atau map snelhecter. Orang-orang sering menyebut perforator dengan alat pelubang kertas. Menurut jumlah lubang dan fungsinya perforator dapat dibedakan sebagai berikut :
· Perforator dengan satu pelubang, digunakan untuk melubangi kartu perpustakaan, papan nama plastik, dan lain-lain.
· Perforator dengan dua pelubang, digunakan untuk melubangi kertas yang akan disimpan dalam map snelohecter atau ordner.
· Perforator dengan lima pelubang, digunakan untuk melubangi kertas yang akan dimasukan ke dalam ordner.
Bagian-bagian dari perforator adalah sebagai berikut :
1. Alat penekan,yang letaknya dibagian atas dan dilengkapi dengan per.
2. Mata pelubang,yang terbuat dari besi dengan permukaan cekung tajam dan biasanya berwarna putih.
3. Petunjuk titik tengah,yang berupa :
· garis yang memanjang yang merupakan tengah tengah mesin
· lempengan besi yang berbentuk mata panah yang mengarah kepada kita.
4. Papan kertas yang dilengkapi dengan lubang lubang.
5. Alat yang dipergunakan untuk menyimpan sisa kertas lubang.
Cara pengoperasian perforator:
1. Tekukan kertas yang akan dilubangi menjadi dua bagian sama tengah untuk memetakan titik tengah dan ratakan bagian tepi kertas
2. Masukan kertas yang sudah mempunyai bekas lipatan tersebut pada alat pelubang kertas dengan memperhatikan petunjuk alat yang menunjukan garis.
3. Setelah yakin tidak ada ruang yang kosong antara kertas dengan batas masukkan kertas, maka lakukanlah penekanan,yaitu menekan alat penekan dengan telapak tangan secara wajar sampai kertas itu berlubang.
Ciri-ciri perforator:
a) Digerakkan dengan tangan.
b)Cara kerjanya harus ditekan dengan tangan.
c) Membuat lubang bulat dengan garis tengah 5 Nm.
Cara perawatan perforator adalah sebagai berikut :
· Bersihkan lubang setiap saat.
· Pakailah sedikit minyak pada tempat – tempat tertentu agar tidak cepat berkarat dan pisau pelubang dapat lancar bergerak.
· Bukalah penutup pelubang kertas yang ada dibawah apabila potongan kertas yang ada didalam sudah penuh.
· Masukkan warkat yang akan dilubangi ke dalam mulut sesuai dengan kemampuan mesin pelubang kertas.
· Jangan memukulkan telapak tangan pada bagian penekan.
· Sisa lubang kertas dibersihkan dari tempatnya sehabis dipergunakan
Cara mempergunakan pelubang kertas
1. Kertas yang akan diberi lubang maksimum 10 lembar sekligus. Lembar teratas dilipat sama lebar untuk menetukan titik tengah panjang kertas itu. Lalu bagian tepi kertas diratakan.
2. Kertas diletakkan di papan kertas dimaskkan lubang penjepit kanan kiri sampai bagian tepi kertas menyentuh batas tepi lubang penjepit.
3. Penekan ditekan dengan telapak tangan secara wajar sampai itu berlubang.
4. MESIN PENOMOR (NUMERATOR)
Numerator merupakan mesin yang digunakan untuk memberi nomor urut dan nomor rangkap pada kartu, faktur, formulir, dan kupon obligasi. Berdasarkan bentuk dan ukuran angkanya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1) Mesin penomor kecil, bentuk dan ukurannya kecil dan hanya terdiri dari empat sampai enam digit. 2) Mesin penomor besar, bentuk dan ukurannya besar dan terdiri dari tujuh digit
Bagian-bagian dari mesin penomor adalah sebagai berikut :
· Alat pengatur hentakan atau action indikator.
· Roda angka
· Penuntun baris
· Bantalan tinta
· Pengumpil penjepit
· Kunci penyangga
· Tangkai penekan
· Tombol pembersih
Cara pengoperasian numerator :
1. Pemberian tinta, yaitu :
· Tangkai ditekan kebawah,bantalan tinta dilepas dengan jalan memakai fixing lever.
· Bantalan tinta dberi tinta khusus,yaitu numbering machine ink atau duplikator ink.
2. Pengatur nomor pertama, yaitu :
· Tangkai mesin ditekan kebawah dan geser kunci penyangga sehingga tangkai tertahan pada posisi dibawah.
· Tekan roda angka kedepan,dengan stylus agar didapat susunan angka yang dikehendaki.
· Tekan kembali handel agar kembali pada posisi semula.
3. Pembuatan nomor
· Siapkan kertas yang akan diberi nomor.
· Tekan handel kebawah,dan setelah ujung plat penujuk ditempatkan pada garis nomor yang tepat.
4. Pembuatan nomor rangkap, yaitu dengan cara menarik keluar alat pengatur hentaka dan meletakkan dial indikator pada posisi yang diinginkan,sehingga mendapatkan nomor rangkap otomatis.dan letakkan lagi action indikator pada posisi semula.
5. Pembuatan nomor digit yang kecil,maksudnya membuat nomor yang terdiri dari tiga angka tetapi mempergunakan mesin penomor yang berdigit 5,6,7.
Ciri-ciri numerator :
a) Digerakkan oleh tangan.
b) Cara kerja dan komponen mesinnya mekanis
c) Terdapat pengatur angka rangkap
d) Membuat nomor secara otomatis dengan cara menekan
e) Pengaturan angka menggunakan stylus.
Cara perawatan numerator adalah sebagai berikut :
1. Bersihkan angka angka nya dengan minyak tanah
2. Agar tidak berkarat bersihkan selalu dengan kain halus
3. Jangan menggunakan tinta cap , sebab dapat melengketkan roda angka jika tinta tersebut kering.
4. Masukkan dalam laci atau kotak yang rapat dan kering.
5. Supaya roda angka tidak mudah aus jangan menggunakan stylus logam.
5.STAPLER
Stapler merupakan alat yang digunakan untuk menyatukan sejumlah kertas dengan cara memasukkan kokot (staple) berbentuk huruf "U" yang terlipat di bagian bawah kertas bila panjang kedua ujung kokot melebihi tebal kertas.
Stapler terdiri dari beberapa ukuran yang menggunakan kokot yang berbeda-beda :
1. Ukuran kecil, memakai isi ukuran No.10 (standar JIS) atau No.23 (standar Eropa-Amerika), bisa menjilid kertas fotokopi hingga 20 lembar.
2. Ukuran sedang, memakai isi ukuran No.3 atau No.35, menjilid kertas fotokopi 30 hingga 75 lembar bergantung pada panjang kokot atau tangkai.
3. Ukuran besar, memakai isi ukuran No.1 atau No.12, bisa menjilid kertas fotokopi dari 50 hingga sekitar 250 lembar bergantung pada panjang kokot. Tidak bisa digunakan untuk menjilid kertas dalam jumlah sedikit, karena bagian kokot yang keluar dari kertas terlalu panjang.
Bagian-bagian dari stapler adalah sebagai berikut :
1. Bagian penekan : letaknya diatas dan dilengkapi dengan per suatu alat penekan.
2. Bagian isi : letaknya ditengah yang terdiri dari tempat kawat jepret dan per pengalih kawat jepret.
3. Bagian alas : letaknya dibawah dan dilengkapi dengan lekukan sebagai alat pelipat kawat jepret.
Cara pengoperasian stapler :
1. Masukan satu set kawat jepet pada bagian isi penjepret kertas,dengan posisi ujung dbawah
2. Ratakan terlebih dahulu kertas kertas yang akan dibundel tersebut,terutama bagian tepi yang tidak akan dijepret.
3. Bagian kertas yang akan dibundel diletakan pada bagian alas tepat pada lekukan pelipat.
4. Setelah siap melakukan penekanan dengan menekan alat penekan dengan wajar.
5. Kertas surat atau lainya yang mempunyai halaman tipis hendaknya menjepretkan isi jangan pada posisi miring, tetapi harus sejajar dengan tepi kertas yaitu kira kira dua centi meter dari sebelah kiri dan satu setengah centi metet dari bagian ujung atas kertas.
Ciri-ciri stapler :
a) Digerakkan dengan tangan, yaitu dengan menekan bagian atas dan bagian bawah.
b) Cara kerja dan komponennya mekanik.
c) Stapler terbuat dari bahan logam sehingga cukup kuat.
d) Baru berfungsi bila diisi dengan nietjes/staples
e) Membendel kertas dengan kawat jepret yang menembus pada kertas yang dibendel
Cara perawatan stapler adalah sebagai berikut :
a) Agar tidak berkarat, bersihkan selalu dengan kain halus (parnel).
b) Hindari penyimpanan pada ruang yang lembab, simpanlah pada tempat yang kering.
c) Agar daya per tetap kuat jangan masukkan staples melebihi kapasitas.
d) Jika terjadi kemacetan pada bagian mulut, hindari memukul penjepret tetapi bukalah secara perlahan lahan.
6. MESIN PEMOTONG KERTAS
Mesin pemotong kertas merupakan mesin yang digunakan untuk memotong kertas yang berukuran besar agar menjadi kertas yang lebih kecil. Serta memiliki sisi-sisi yang lurus dan rapi.
Bagian-bagian dari mesin pemotong kertas adalah sebagai berikut:
1. Pisau pemotong kertas nan digunakan buat memotong tumpukan ketas, mulai dari ketebalan selembar hingga satu rim
2. Tangan pisau pemotong, nan merupakan loka diletakkannya pisau pemotong tadi.
3. Lengan besi, nan kita gerakkan ketika hendak memotong kertas dengan cara menekannya.
4. Penekan, nan berguna buat menekan kertas nan hendak dipotong, sehingga tak bergerak atau bergeser.
5. Kemudian tidak boleh dilupakan ialah penggerak penekan, nan dipakai buat menggerakkan komponen penekan kertas.
Mesin pemotong kertas ada dua macam:
1. Guillotine, dipergunakan untuk memotong rata bagian tepi buku, diktat, atau memotong kertas sampai dengan tebal 6 cm sekaligus
2. Paper cutter,bentuknya lebih kecil dipergunakan untuk memotong lembaran kertas sampai dengan 15 lembar.
Cara pengoperasian mesin pemotong kertas :
1. Siapkan kertas yang akan dipotong
2. Carilah ukuran kertas pada alat sesuai dengan yang diperlukan
3. Letakkan kertas pada ukuran tersebut
4. Letakkan penekan kertas agar kedudukan kertas tidak bergeser saat dipotong
5. Tekan tuas pisau pemotong
Ciri-ciri mesin pemotong kertas :
· Digerakkan dengan tangan.
· Memotong kertas dengan pisau yang ditekan.
Cara perawatan mesin pemotong kertas adalah sebagai berikut :
a) Bersihkan mesin dengan menggunakan kain lap yang bersih agar tidak berkarat.
b) Pada bagian tertentu berikan minyak pada mesin sehingga mesin mudah dioperasikan.
c) Pergunakan mesin sesuai kemampuannya.
7. MESIN STENSIL MANUAL
Mesin stensil manual merupakan mesin yang dapat digunakan untuk menggandakan warkat/surat dengan jenis kertas seperti HVS, duplicator, roneo dan sebagainya.
Bagian-bagian dari mesin stensil manual adalah sebagai berikut :
1. Silinder tinta (ink cylinder)
· Penjepit sheet stensil (stencil fitting bar)
· Kain penyaring tinta (ink screen)
· Plat baja (steel band)
2. Kerangka mesin
· Pintu tinta (inker door)
· Pompa tinta (ink pump)
· Alat penghitung (counter)
· Pengatur tinta (ink control)
· Engkol (handle)
· Pengatur posisi cetakan (copy positioning)
· Pengungkit pencetak (print lever)
· Pengatur pemasukan kertas (feed contril)
3. Penutup mesin
· papan kertas (feed bord)
· penahan kertas (back guide)
· papan penerima (receiving board)
· penuntun kertas (paper guide)
Cara pengoperasian mesin stensil manual :
1. Sebelum mengetik pada sheet stensil sebaiknya huruf pada tuts dibersihkan terlebih dahulu dengan sikat kawat halus, karena sering kotor terkena endapan bebas karbon atau tip-eks
2. Sheet stensil harus benar-benar rata pada roll mesin tik agar menghasilkan bekas ketikan yang baik di sit stensil.
3. Pengetikan pada sit stensil sebaiknya tidak perlu tergesa-gesa. Hal ini dikarenakan kesalahan pengetikan memang dapat dibetulkan dengan koreksi, tetapi akan menghasilkan cetakan yang kurang memuaskan.
4. Di dalam menghentak tuts tidak perlu ekstra kuat. Tetapi dengan normal hentakan saja sudah cukup untuk menghasilkan cetakan yang baik.
5. Senantiasa membaca dulu hasil ketikan sebelum kita melepaskannya dari mesin.
6. Stensil terdiri atas suatu lapisan bahan dengan pelapis yang kedap tinta stensil digores, entah dengan mesin tik (tanpa tinta) atau dengan tulisan tangan atau digambari menggunakan pena khusus. Master dapat pula disiapkan dengan proses pengopian pemindahan panas atau dengan pemotong stensil elektronik.
7. Tinta ditekan menembus goresan pada stensil ke kertas yang melekat rapat mesin putar, kemudian dioperasikan. Bisa menggunakan tangan atau listrik.
Ciri-ciri mesin stensil manual :
· Tenaga pengerakknya menggunakan tenaga manusia
· Komponen dan cara kerja mesin bersifat mekanis
· Tinta yang digunakan adalah tinta stensil warna hitam
· Sheet yang digunakan bisa sheet stensil, sheet scanner, atau stensil cutter sebagai sheet master
· Ukuran kertas maksimum adalah kertas folio (8,5 x 13 inci atau 21,5 x 33 cm)
Cara perawatan mesin stensil manual adalah sebagai berikut :
1. Letakkan mesin pada tempat yang kering dan tidak terkena matahari langsung.
2. Bersihkan body mesin dengan menggunakan kain lap yang bersih.
3. Bersihkan baki kertas dan baki penadah.
4. Bersihkan pembungkus rol terhadap sisa – sisa tinta stensil yang melekat pada pinggir sebelah kanan dan kiri.
5. Bersihkan semua kotoran yang melekat pada bagian mesin setelah penyetensilan.
8. MESIN STENSIL SPIRITUS (MESIN SPIRIT DUPLICATOR)
Mesin stensil spiritus merupakan jenis mesin pengganda proses langsung (direct proses) atau disebut sebagai mesin pengganda cairan (liquide duplicator).
Bagian-bagian dari mesin stensil spiritus adalah sebagai berikut :
· Tabung berisi cairan (fluisdtank)
· Alat penghitung (counter)
· Tempat kertas atau papan kertas (feed tray)
· Roda penyesuaian kertas (adjustment wheel)
· Tombol pengatur pemasukan kertas (feed control button)
· Pengatur posisi cetakan (copy positioner)
· Tombol pengatur tekanan (preasure control button)
· Engkol (handle)
· Tutup atas (top cover)
· Silinder logam (metal cylinder)
· Tempat hasil gandaan (receiving tray)
Cara pengoperasian mesin stensil spiritus :
1. Pasanglah lembaran induk pada silinder mesin stensil spiritus. Rekaman yang terbalik (negatif) berada di luar.
2. Angkat tempat cairan dan balikkanlah pasa tempatnya.
3. Putarlah silinder berulang-ulang untuk membasahi master copy-nya.
4. Masukkanlah kertas pada tempatnya (baki kertas) di bagian belakang.
5. Buatlah copy percobaan.
6. Atur letak kertas dengan tepat.
7. Putarlah sekian kali menurut kebutuhan.
8. Setelah selesai memutar, lepaskanlah master copynya.
9. Tutuplah mesin dengan rapi.
Ciri-ciri mesin stensil spiritus :
· Tenaga penggerakknya menggunakan tenaga manusia (manual).
· Komponen dan cara kerja mesin bersifat mekanis.
· Menggunakan master paper.
· Kertas biasa dengan lapisan bahan pelicin.
· Master Sheet, kertas master dengan transfer carbon.
· Master thermal, kertas master dengan perekam menggunakan thermocopier.
· Penggandaan menggunakan kertas folio.
· Pencetakan menggunakan cairan pelarut alkohol.
Cara perawatan mesin stensil spiritus adalah sebagai berikut :
1. Bersihkan mesin stensil dari kotoran seperti debu, serbuk kertas, dan lain-lain.
2. Letakkan mesin pada tempat yang kering dan tidak terkena matahari langsung.
3. Bersihkan roll perataan tinta dengan menggunakan sabun.
4. Bersihkan kain penyaring dengan menggunakan bensin
5. Beri pelumas pada gerigi yang berputar.
MESIN KANTOR ELEKTRONIK
1. Mesin Ketik Elektronik
Adalah mesin tik yang bekerja secara elektronis dengan mempergunakan sumber tenaga (power source) dari battery atau AC adaptor.
Adalah mesin tik yang bekerja secara elektronis dengan mempergunakan sumber tenaga (power source) dari battery atau AC adaptor.
a. Perbedaan mesin ketik elektro-mekanik dan mesin ketik elektronis
Perbedaan antara mesin ketik Elektr-mekanis dan mesin ketik Elektronis adalah bahwa mesin listrik tidak mempunyai bagian yang bergerak (seperti roda gigi dan luas), tetapi hanya memiliki sirkuit mikro-elektronis. Bila sebuah tombol ditekan, suatu kode digital diteruskan kekepala huruf dan memerintakan apa yang harus yang dilakukan.
b. Tiga jenis mesin ketik elektronik :
a) Mesin yang hanya dapat mengoreksi, mesin ini mempunyai memori kecil yang menyimpan (sekitar enam hingga beberapa ratus karakter huruf) apa yang baru saja diketik/koreksi dapat dibuat dengan satu pukulan tombol yang mengangkat kesalahan ketik dan huruf yang benar menggantiaknnya.
b) Mesin yang dapat menyimpan, mesin ini memungkinkan, paragraf yang kerap digunakan, surat singkat, dan sebagainya untuk diketik secara otomatis (20 karakter perdetik) dan menggabungkanya dengan teks lain. Memorinya dapat mencapai lebih dari 100 karakter.
c) Mesin yang dapat digunakan untuk mengedit, mesin ini memiliki memori yang jauh lebih besar hingga 64.000 karakter. Teks dapat disimpan dan diedit dan memiliki peraga satu baris sekitar 30 karakter agar baris bersangkutan dapat diperiksa atau diperbaiki.
c. Cara pengoperasian mesin ketik elektronik
a) Masukan stop kontak pada aliran listrik.
b) Nyalakan mesin dengan menggunakkan tombol on-off switch, disamping kanan/kirimesin
c) Lalu buka penutup gandaran
d) Setelah mesin menyala kita masukan selembar kertas dan atur pasak kanan dan kiri lalu kita bisa mulai mengetik,
e) Setelah selesai mengetik keluarkan kertas dengan menekan pembebas gandaran.
a) Masukan stop kontak pada aliran listrik.
b) Nyalakan mesin dengan menggunakkan tombol on-off switch, disamping kanan/kirimesin
c) Lalu buka penutup gandaran
d) Setelah mesin menyala kita masukan selembar kertas dan atur pasak kanan dan kiri lalu kita bisa mulai mengetik,
e) Setelah selesai mengetik keluarkan kertas dengan menekan pembebas gandaran.
3.3 Mesin stensil listrik
Gambar 2.3.Mesin stensil elektrik
· Pengertian
Mesin stensil listrik merupakan mesin yang terdiri dari komponen/mesin yang bersifat statis namun dioperasikan dengan listrik. Penggunaan mesin ini menghasilkan hasil yang lebih baik dari mesin yang manual.
· Cara menggunakan mesin stensil listrik
1. Menyiapkan kertas stensil
2. Bukalah penutup mesin stensil yang terdapat pada bagian depan dan belakang mesin
3. Bersihkan dahulu semua kotoran/debu yang melekat pada badan mesin terutama pada baki kertas dan baki penandah
4. Pasang sheet stencil pada rol atau gulungan mesin stensil sehingga sheet akan menempel pada pembungkus rol
o Langkah-langkah pemasangan sheet stencil
1) Putarlah engkol searah jarum jam, sehingga posisi penjepit sheet stencil terletak di bagian atas dan bukalah penjepret tersebut
2) Masukkan sheet yang berlubang ke dalam penjepit sheet, usahakan ujung sheet bagian bawah terurai kebawah jangan sampai melekat pada embingkus rol
3) Kunci/penjepit sheet ditutup kembali
4) Tangan kiri memegang engkol dan tangan kena memegang ujung bawah sheet stencil
5) Putarlah engkol secara perlahan lahan, sambil ratakan sheet stencil membungkus pada rol
6) Putarlah engkol berulang-ulang sampai tinta stencil rata dipermukaan sheet stencil
7) Masukkan kertas stencil kedalam baki kertas dan usahakan posisi kertas ada di tengah dengan cara menggunakan skala yang ada diujung depan baki kertas
8) Geser kunci pengepres kertas yang ada dikanan dan kira baki kertas sampai kedua-duanya menghimpit
9) Stel kunci detelan pada angka yang kita inginkan dan angka menunjukkan (00000) bila hasil gandaan yang dikehendaki telah tercapai
10) Tekan kunci ON apabila kunci di tekan maka rol pendorong pergi keatas secara otomatis akan turun dan menekan kertas stensil yang ada pada baki kertas
11) Siapkan baki penadah dan atur kunci pengatur lebar. Kunci pengatur panjang kertas sesuai dengan ukuran yang dipergunakan
12) Putar engkol sampai selesai
· Kelebihan dan kekurangan mesin stensil listrik
o Kelebihan
- Hasil penggandaan tampak lebih bagus
- Pengoperasian mesin lebih mudah
- Tinta yang diperlukan lebih irit
- Tenaga yang diperlukan lebih ringan
o Kekurangan
- Jika listrik padam, mesin tidak bisa dioperasikan
- Harga lebih mahal dari mesin stensil manual
· Cara perawatan mesin stensil manual
1. Bersihkan mesin dari debu,serbuk, kertas, tinta dll
2. Letakkan mesin pada tempat yang kering dan tidak terkena cahaya matahari langsung
3. Rol atau silinder harus dibersihkan dengan sabun
4. Kain penyaring tinta (ink screen) harus dibersihkan dengan bensin
5. Pada bagian yang berputar agar dilumuri minyak pelumas (oli)
3.4 Paper Shreader (Mesin Penghancur Kertas)
Gambar 2.4.Paper Shreader
· Pengertian
Mesin penghancur kertas merupakan alat mekanis yang digunakan untuk memotong kertas, biasanya menjadi potongan tipis atau partikel halus. Organisasi pemerintah, bisnis dan individu swasta menggunakan mesin penghancur kertas untuk menghancurkan dokumen pribadi, rahasia atau sensitif. Para ahli keamanan dan security sering merekomendasikan untuk digunakan pada bon, tagihan, dokumen pajak, karu kredit dan laporan rekening bank, dan segala dokumen lain yang dapat digunakan oleh pencurian, penipuan atau identitas.
· Cara kerja mesin penghancur kertas
Cara kerja mesin penghancur kertas cukup mudah sekali. Intinya hanya membuat kertas yang dimasukkan kedalam mesin tersebut menjadi lembaran atau potongan kertas kecil-kecil yang tidak bisa dibaca atau digunakan lagi. Didalam mesin tersebut terdapat beberapa pisau dengan mata pisaunya yang cukup tajam sekali. Pisau tersebut bekerja cukup cepat sehingga kertas atau dokumen penting dari kantor anda ketika dimasukkan ke dalam mesin tersebut akan keluar menjadi potongan kertas memanjang yang cukup kecil sekali. Itulah gunanya mesin tersebut untuk membantu sebuah kantor terhindar dari hal buruk yang tidak diinginkan tentunya. Karena jika dokumen kantor yang cukup penting disimpan terlalu lama akan menimbulkan masalah.
· Cara pemakaian mesin penghancur kertas
1. Sambungkan kabel mesin ke stopcontak
2. Pastikan bahwa kabel tersebut sudah teraliri arus listrik
3. Periksa dokumen yang dihancurkan, pastikan bahwa dokumen tersebut tidak terdapat klip, staples atau benda logam lainnya
4. Letakkan lembaran yang akan dihancurkan ke mata pisau
5. Pegang lembaran tersebut dengan hati-hati dan hidupkan mesin penghancur dokumen
6. Setelah semua lembaran tersebut hancur matikan mesin
7. Cabut kabel dari stopcontak
· Cara pemeliharaan mesin penghancur kertas
1) Seluruh permukaan pada mesin dibersihkan dengan kain yang halus supaya terhindar dari debu
2) Tempatkan mesin tersebut ditempat yang kering supaya terhindar dari erosi
3) Apabila pisau penghancur sudah mulai tumpul maka dapat diasah kembali, seperti mengasah gunting
4) Jangan memotong apabila dokumen tersebut masih terdapat bandle berupa kawat jepret bekas stapler karena dapat merusak mata pisau
5) Jangan coba-coba menghancurkan 7 lembar sekaligus karena dapat membuat macet mesin, disarankan 3 lembar saja
6) Buang kertas yang hancur untuk memudahkan dokumen yang akan dihancurkanmasuk kedalam mesin penghancur
7) Jangan menghancurkan kertas yang dalam keadaan basah karena dapat membuat mata pisau menjadi erosi
8) Jangan letakkan mesin dekat dengan magnet karena magnet dapat mengganggu kerja mesin
· Hal/sikap yang harus diperhatikan saat menggunakan mesin
a. Apabila menggunakan jilbab, maka jilbab dirapikan untuk mencegah jilbab tersebut masuk ke mata pisau
b. Apabila memakai dasi, maka dasi disingkirkan
c. Apabila rambut panjang dan terurai, maka sebaiknya di kuncir supaya terlihat lebih rapi dan aman.
· Kelebihan mesin penghancur kertas
- Hemat tenaga karena menggunakan listrik
- Privasi dari dokumen yang dihancurkan terjamin
· Kelemahan mesin penghancur kertas
- Tidak bisa digunakan ketika listrik sedang padam
- Perlu berhati-hati dalam menggunakannya, perlu kesabaran dan ketelatenan
- Jika kapasitas dari dokumen terlalu banyak maka mesin akan macet dan lama-kelamaan rusak.
3.5 Mesin Pembuka surat (letter Opener)
Gambar 2.5. Mesin pembuka surat
· Pengertian
Mesin Pembuka surat elektrik adalah alat elektronik kecil berguna yang memungkinkan kita untuk membuka surat dengan kecepatan terbesar dan dengan mudah. Alat ini digerakkan menggunakan tenaga listrik dan komponen mesinnya bersifat mekanis.
· Contoh mesin pembuka surat elektrik
Salah satu contoh mesin pembuka surat elektrik adalah Martin Yale. Martin Yale merupakan mesin pembuka surat otomatis dengan kecepatan tinggi yang dirancang untuk membuka hingga 12.000 amplop perjam. Mesin ini dengan cepat dan mudah hanya membuka satu sisi amplop masing-masing dan dapat menangani setumpuk amplop setebal 3 cm hanya dalam hitungan menit. Dan tentu saja mesin pembuka surat membutuhkan pembantu. Karena selain surat harus diurutkan terlebih dahulu berdasarkan ukuran. Tetapi ada mesin elektrik yang mempunyai teknologi tinggi karena mesin ini akan menyortir sendiri surat-surat yang akan dibuka sesuai dengan ukuran dan beratnya.
· Cara menggunakan mesin pembuka surat elektrik
Mesin pembuka surat saat beroperasi dengan suara yang tidak berising.
1) Taruh tumpukan surat di atas baki yang telah tersedia
2) Kemudian mesin akan secara otomatis menyortir surat-surat tersebut sesuai dengan ukuran dan beratnya
3) Setelah itu mesin akan bekerja memotong bagian pinggir sampul dari surat-surat tersebut yang hanya memakan waktu beberapa menit saja.
· Kelebihan mesin pembuka surat elektrik
- Jika sedang beroperasi tidak mengeluarkan suara yang berising
- Bisa secara otomatis menyortir surat-surat sesuai ukuran dan beratnya
- Dapat menghemat waktu dalam bekerja karena hanya memakan waktu beberapa menit saja.
- Dengan penggunaan mesin ini dapat terhindar dari kerusakan-kerusakan surat yang akan kita buka.
· Kelemahan mesin pembuka surat elektrik
- Karena bersifat elektrik, maka jika listrik padam mesin tidak dapat dioperasikan
- Harganya lebih mahal dari mesin pembuka surat jenis manual ataupun elektronik



Komentar
Posting Komentar